Archive for the 'My 3rd Fanfic : It's You' Category

22
Jan
10

It’s You (chap 4)

Title : It’s You (chap 4)
Author : Chafani
Rating : PG +13
Genre : Romance
Main Casts : Kim Shin Ae, Kim Ki Bum, Choi Shin Woo, Lee Jin Ki.
Other Cast : Choi Sena, Jung Yun Ah
Theme Song : f(X) – (Step By Me, You’re my destiny), Luna ft Krystal – Hard But Easy, Shinhwa – Isn’t it beautiful, SHINee (Jojo, YOU, The Named I Love)

“Ting Tong~” bel rumah Shin Ae berbunyi, namun tidak ada seorang pun yang merespon, orang itu akhirnya menekan bel sekali lagi. “Ting tong ting tong ting tong ting tong”

“Iyaaaaaaaaa!!!!! tunggu sebentarrr!! sabaaar!” Shin Ae berteriak dari dalam, dia sedikit kesal dengan orang yang menekan bel rumahnya berkali-kali. ‘Huh?! siapa sih siang-siang begini mencet bel berkali-kali, berisik !!!’ gerutunya dalam hati. Shin Ae pun menarik knop pintunya. Di lihatnya seorang cowok tinggi dan putih dengan alis tebal. Ya! siapa lagi kalau bukan Jinki.

“Jinki ah?”
“Annyeong,” nada sapaan Jinki tidak jauh berbeda seperti kemarin, dingin.
“Ah..annyeong juga, kenapa kau mendadak kemari?”
“Eomma mu ada?”
“Tidak ada, dia sedang pergi, ada apa memangnya? tiba-tiba menanyakan eommaku?”
“Ah, tidak ada apa-apa, aku hanya ingin membawamu ke suatu tempat, ada sesuatu yang harus kutunjukkan kepadamu, jadi cepatlah ganti baju,”
“Ne, baiklah,” Shin Ae menurut dan langsung bergegas menuju kamarnya di lantai atas. Hanya beberapa menit berlangsung Shin Ae sudah siap dengan kaos merah yang ia kenakan, serta celana Jeans kesayangannya, tidak lupa ia mengikat rambutnya juga mengenakan kacamata. “Kita mau kemana?” tanya Shin Ae penasaran.
“Huh~ dandananmu biasa sekali,” protes Jinki
“Haishhh…, biasanya juga kalau aku pergi denganmu dandananku seperti ini, lalu kita mau ke mana sekarang??”
“Nanti juga kau akan tahu, ayo cepat, nanti kita terlambat,” Jinki menarik tangan Shin Ae.
“A…, ahh~ tunggu sebentar,” Shin Ae cepat-cepat menutup dan mengunci pintunya, lalu menaruh kuncinya di bawah sebuah pot bunga, kemudian kembali mengikuti Jinki keluar dari gerbang rumahnya. Continue reading ‘It’s You (chap 4)’

16
Dec
09

It’s You (chap 3)

Fuahhh~ gara2 FF nie, aq jadi buka lappie lagi n OL, hahaha, padahal udah mau ujian, tapi gak tau napa, ide tiba2 aja dateng n rasanya gak sabar buat ngelanjutin, buat yang udah nunggu~ mianhe, ngelanjutin na lama *Bow
Lanjutan FF It’s U chap 3 nie, aq buat na rada cepet2, jdi na sori ajha ya kalo misal na ada yg ng’ganjal~ huahahaha~

Please comment n i hope u like it~
Gomawooo ^^

————————————————————————————————————————–

Sowon high school pagi hari ini seperti biasa diramaikan oleh kehebohan para murid-muridnya yang sedang berkumpul dan menggosip di berbagai sudut sekolahan. Mereka banyak sekali membahas hal-hal, seperti soal cafe terbaru, tempat nongkrong baru, dan lain-lain. Namun hari ini, kebanyakan dari mereka sedang meributkan soal kedatangan cowok yang menemui Shin Ae kemarin. Rupanya cowok itu sudah banyak menarik perhatian para murid-murid cewek di sana. Jeritan sesekali terdengar ketika mereka membicarakannya dan ada juga yang menggerutu kesal karena cemburu dengan Shin Ae yang mendapat keberuntungan bisa mengobrol dengan cowok itu.

Sesuai dugaan, ketika Shin Ae masuk ke kelas, teman-teman cewek sekelasnya langsung menoleh dan langsung mengerumuni Shin Ae. Mereka bertanya-tanya soal hubungan Shin Ae dengan cowok itu. Shin Ae langsung kebingungan menghadapinya, dan saat itu jugalah Jinki tiba-tiba datang.

“Oii, kalian berisik sekali sih! pagi-pagi dah ngegosip, mana di tengah jalan pula. Lagipula cowok yang kalian ributkan itu cuma cowok yang kebetulan menabrak Shin Ae di tengah jalan saja, dan kemarin dy hanya menyampaikan map milik Shin Ae, begitu ajha ribut, dasar cewek!” Jinki langsung memalingkan wajahnya dan melangkah menuju tempat duduk na, beberapa murid merasa kesal dengan sikap Jinki, sampai-sampai ada yang diam-diam mengepalkan tangannya dan berlaku seolah-olah mau memukul Jinki dari belakang.

“Haishh~, dasar tukang ikut campur,” gerutu salah satu cewek yang kesal kepada Jinki.

“Hahahaha, kalian tidak usah salah paham, apa yang dikatakan Jinki itu benar, pagi kemarin aq menabraknya di jalan, dan map q terjatuh, lalu tertinggal, kemarin dy datang ke sekolah ini hanya untuk menyampaikan map itu saja. Jadi kalian tidak perlu khawatir, ehehe” Shin Ae berusaha menenangkan massa, dan menyelesaikan kesalah pahaman itu.

“Hoooo, tapi kau beruntung sekali bisa bertabrakan dengan cowok itu, kau tauuuu Shin Aeeee, dy itu tampannnn sekaliiii!! kalau aq jadi kau aq juga mauuu”
“Betul Shin Ae, kau beruntung, kalau aq jadi kau, aq akan berkenalan dengannya, dan mengajaknya berjalan-jalan, lalu….oh iya, apa kau tau namanya? rumahnya di mana? apa kau sudah mengetahui sedikit soal identitasnya?”
“Ayolahh Shin Ae, beritahu kami, aq benar-benar ingin tau soal cowok itu, aq menyukainyaaa~”
“Haishhh!! apa-apaan kau?!! sudah kuputuskan kalau cowok itu milikku! kau tidak boleh merebutnya!”
“Apa?!! milikmu? gak salah? dy sudah menjadi incaran q saat aq pertama melihatnya, jadi dy milikku,”
“Tidak!! kalian tidak boleh, aq yang pertama kali melihatnya, jadi hanya aq yang bisa memilikinya, ara?!” cewek-cewek itu sekarang jadi saling memaki dan berebut mengakui kepemilikan cowok itu seakan-akan cowok itu adalah barang. Shin Ae diam-diam melarikan diri dari kericuhan tersebut, dy mengambil celah kemudian segera pergi ke tempat duduknya di samping Jinki.

“Fuahhh! Jinjja! bodoh sekali, hanya karena cowok itu saja mereka bertengkar, padahal belum tentu cowok itu akan memilih mereka, ckckck~” Shin Ae menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap ke arah kumpulan cewek-cewek yang tadi menghadangnya.
“Hm…kenapa? kau cemburu?” celetuk Jinki dengan nada dingin. Shin Ae langsung melihat ke arah Jinki yang berwajah tenang sambil membaca buku.
“A…aniyoo~, aq hanya heran saja pada mereka, kenapa hal sekecil itu saja dipeributkan? bikin pusing!”
“Kalau begitu kau tidak usah mengurusi mereka, mereka khan biasa seperti itu, sudah tau bikin pusing, masih diurusin”
“A…ya! Jinki ah, kau kenapa sih? pagi-pagi begini nada bicara mu dingin sekali kepadaku, apa kau ada masalah denganku? apa kau sedang kesal?”
“Ah~ Park Songsaenim sudah datang,” Shin Ae mengalihkan pandangannya ke depan, memang benar Park songsaenim sudah datang, tapi Shin Ae merasakan ada hal yang aneh dengan Jinki.

Pelajaran Park songsaenim sangat membosankan, apalagi cara mengajarnya, seakan-akan setiap kata-kata yang dy ucapkan adalah mantra tidur bagi para murid di kelas ini. Shin Ae saja selalu mengantuk ketika mendengar Park Songsaenim menyampaikan materinya. Biasanya, di saat-saat yang membosankan begini, Shin Ae akan mencoba permainan-permainan seru di kertas dengan Jinki, tapi Shin Ae semakin heran ketika Jinki memperhatikan pelajaran. Padahal biasanya Jinki mengeluh dan merasa tidak betah.

“Jinki ah,” Shin Ae dengan suara setengah berbisik memanggil Jinki sambil menyenggol-nyenggolkan siku na ke tangan Jinki. Jinki tidak menjawab.
“Jinki ah,” Shin Ae sekali lagi memanggil Jinki, tapi tidak ada jawaban. Shin Ae kesal, dan akhirnya menginjak kaki Jinki dengan sangat keras.
“Arghhh!!!!” suara Jinki menarik perhatian seluruh kelas, mereka semua langsung menoleh ke Jinki. Park songsaenim pun ikut terkejut, malahan saking terkejutnya, buku pelajaran yang ada di tangannya hampir terlempar.
“Ada apa Jinki ssi?” tanya Park songsaenim penuh selidik sambil memegangi bingkai kacamatanya.
“A…ee….s…saya tadii..” Jinki kebingungan mencari alasan. “Ahh~ tadi kaki saya saat mau bergeser tidak sengaja menatap kaki meja, karena itu saya teriak pak,” Jinki berupaya untuk berbohong sambil melirik Shin Ae yang terkekeh-kekeh di sebelahnya.
“Ohh begitu, yasudah, lain kali kau harus lebih hati-hati,” hanya begitu saja ucapan terakhir seorang Park songsaenim, orangnya tidak begitu ambil pusing soal hal-hal kecil yang terjadi, tidak seperti Jung songsaenim yang memang killer, sedikit saja ada yang mengganggunya mengajar, tidak segan-segan dy menyingkirkan sumber kegaduhan itu.

“Shin Ae aah,”
“Hmmm?” jawab Shin Ae sambil menatap ke depan dan tersenyum jahil.
“Awas kau nanti,”
“Hmppphff~, awas kenapa? aq tidak takut padamu, khukhukhu,” Jinki sudah melirik tajam ke arah Shin Ae sambil memasang tampang mengancam, sementara Shin Ae masih cekikikan.

Pelajaran geografi dari Park songsaenim dan beberapa pelajaran lainnya sudah usai. Akhirnya murid-murid dapat mengistirahatkan otaknya setelah panas dibuat berpikir ketika pelajaran. Beberapa anak segera berlarian menuju kantin, sedangkan Shin Ae dan Jinki menetap di kelas. Jinki memasukkan buku-buku pelajarannya ke dalam kolong, kemudian beranjak dari kursinya dan keluar dari kelas tanpa mengajak Shin Ae atau mengeluarkan sepatah katapun kepadanya. Shin Ae melongo ketika melihat sikap sahabatnya yang tidak biasa itu, kemudian segera menyusul Jinki.

“Jinki ah~ Jinki ah~” panggil Shin Ae sambil terengah-engah, namun Jinki tidak menggubrisnya. Akhirnya Shin Ae sekali lagi berteriak, “Lee Jin Ki!!” saat itu pula Jinki menghentikan langkahnya, dan menoleh ke belakang. Shin Ae berjalan menyusul Jinki yang jaraknya hanya tinggal ditempuh beberapa langkah lagi.
“Heuhhh~ capek! kau ini kenapa sih? dari tadi q panggil, kau tidak menoleh?? *hwanasseo? soal tadi? mianhe, tadi itu aq sedang kesal karena kau tidak juga menoleh kepadaku saat aq memanggilmu ketika pelajaran tadi, aq tau aq salah karena sudah menganggu konsentrasimu belajar, tapi khan gak perlu kayak gini,” Shin Ae berusaha mengatur nafasnya karena kelelahan.

“Sudah? itu saja yang ingin kau katakan?”
“Hah?”
“Ck~ ah~ aq gak suka membuang-buang waktu!” Jinki berbalik dan pergi meninggalkan Shin Ae. Shin Ae makin kebingungan dengan tingkah Jinki hari ini. Dia pun berjalan lunglai ke kelas. Entah dy tidak tau apa yang terjadi pada Jinki, padahal ketika pulang sekolah kemarin, Jinki baik-baik saja, malahan dy menghibur Shin Ae saat dy menangis soal Key.

Sampai di bangkunya, Shin Ae mengeluarkan beberapa kertas dari tasnya dan mencoret-coretnya dengan penuh kemarahan. Rasanya dy ingin menangis tapi tidak bisa. Itulah kebiasaannya dari dulu yang tidak pernah hilang, mencoret-coret kertas untuk melampiaskan kekesalannya.

*…………*………….* Continue reading ‘It’s You (chap 3)’

16
Dec
09

It’s You (chap 2)

“Key??!!!”

Shin Ae terpanjat melihat pemandangan yang ada di depannya. Mimpi ataukah bukan? tapi ini nyata! Dy melihat sosok Key.

“Hah? Key? siapa itu?” pertanyaan itu membuat Shin Ae tersadar, bahwa tentu saja tidak akan ada dua orang Key yang hidup di dunia ini.

“Jeosong hamnida, aq salah orang, aq harus cepat-cepat ke sekolah, sebentar lagi aq terlambat, terima kasih atas bantuannya,” Shin Ae buru-buru membungkukkan badannya dan berlalu begitu saja, meninggalkan cowok yang berwajah menyerupai key itu.

Seharian ini Shin Ae tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran sekolahnya. Yang dy lakukan hanyalah melamun, melamun, dan melamun. Tidak henti-hentinya dy memikirkan cowok yang tadi pagi dy tabrak. Mengingatkannya akan Key, wajah, postur tubuh~ hampir semua yang dy lihat benar-benar sangat mirip Key.

Jinki yang sedari tadi memperhatikan Shin Ae terheran-heran dengan tingkah Shin Ae yang aneh. Padahal biasanya dia lah yang paling serius memperhatikan pelajaran guru. namun sekarang dy berwajah muram, dan matanya memandang kosong ke depan. Jinki yang tidak tahan melihat semua keganjalan itu akhirnya membuat gumpalan kertas yang dy remas2, kemudian dengan satu hentakan, tangannya melemparkan gumpalan kertas itu tepat ke kepala Shin Ae.

“Ouch!! Ya!” Shin Ae refleks langsung menoleh ke belakang, bermaksud untuk mencari orang yang baru saja melempari kepalanya. Namun, dalam waktu yang bersamaan Jung songsaenim memanggil Shin Ae.

“Shin Ae sshi~! apa yang membuatmu teriak?!”
“Haa?” Shin Ae langsung mengalihkan pandangan ke depan. Dilihatnya Jung songsaenim sudah memasang tampang murka kepadanya.
“Keluar!!”
“Mwo?”
“Saya bilang keluar!!! Palli palli! kau sudah membuat keributan dalam pelajaran q, dari pada kau membuat keributan lagi, lebih baik kau keluar! ayooo~ cepat, apa perlu kau q tendang hah?!!” Jung songsaenim semakin marah. Shin Ae merasa sangat malu, apalagi hampir satu kelas menatapnya dan beberapa murid ada yang cekikikan karenanya. Dengan segan akhirnya dy berjalan keluar.

Istirahat tiba, Jinki menghampiri Shin Ae yang berada di kantin dan sedang meminum susu melonnya. Setelah sampai di sisi Shin Ae, Jinki langsung tertawa terpingkal-pingkal.

“Hei! apa yang kau tertawakan?!” Shin Ae mulai mengomel kepada Jinki. Dan dy mulai menatap Jinki dengan sadis.

“Hahahaha, aq hanya tertawa saja mengingat kejadian tadi, seorang Shin Ae yang terkenal memperhatikan pelajaran dengan serius, tiba-tiba saja di hukum karena membuat keributan, hahahaha, aq tidak bisa berhenti tertawa jika mengingatnya,” Jinki terus tertawa sampai matanya yang sipit menghilang.

“Aishhhh! tega sekali sih kau, menertawakanku seperti itu, jelas-jelas bukan aq tadi yang salah!! orang yang melemparku dengan gumpalan kertas tadi yang seharusnya di hukum! dy yang telah membuat q kesal,” Shin Ae menggerutu kesal. Terukir jelas di raut wajahnya bahwa dy ingin membantai orang penyebab perkara tadi.

“Tapi tadi aq tidak bermaksud jahat Shin Ae aah, habis tadi aq lihat kau melamun terus, tumben-tumbennya, tidak seperti biasanya kau begitu, karena itu, agar tidak membuatmu tenggelam dalam lautan khayalanmu yang entah apa itu, aq melemparimu kertas itu, wkwkwk”

“Hooh! jadi kau dalang di balik semua ini??!! aishhh! jinjja!! kenapa kau melakukan itu padaku hah?? kau suka melihatku di hukum seperti itu?? sahabat macam apa kau ini?!! teganya kauu!! ergghh!!” Shin Ae geram setelah mengetahui bahwa yang tadi membuatnya di hukum adalah Jinki. Dy langsung mencubit lengan Jinki sekeras mungkin, kemudian memukul bahunya dengan kepalan tangannya.

“Arghhhhh!!! sakit tau!!”

“Biarin, ini semua khn salahmu,” Shin Ae menjulurkan lidah ke arah Jinki, lalu menambah laju jalannya dan meninggalkan Jinki. Jinki menggaruk-garuk kepalanya. Dy merasa bersalah dan mengejar Shin Ae, sampai akhirnya dy dapat menggapai bahu Shin Ae dari belakang dan langsung melontarkan permintaan maaf.

“Shin Ae aah, mianheee~ jeongmal mianhee!” Shin Ae membuang muka dan mengerucutkan bibirnya.

“Aigoooo~ ya! jangan begitu~ aq benar-benar tulus meminta maaf, tadi khn awalnya aq bermaksud baik. Cuma agar kau kembali berkonsentrasi dalam pelajaran. Coba bayangkan saja jika aq tidak membuyarkan lamunanmu, dan Jung songsaenim menemukanmu sedang tidak memperhatikan pelajarannya, lalu kau di suruh maju ke depan, dan menjawab soal. Saat itu kau tidak bisa, di buat malu oleh Jung Songsaenim di depan murid-murid, lalu di keluarkan~. Sudah tambah malu, dikeluarkan dan dihukum pula.”

“Ne, gomawoooo~!!” Akhirnya Shin Ae berterimakasih, walaupun nadanya masih terdengar tidak ikhlas. Jinki tersenyum puas. “Maksud q gomawo sudah membuat q dihukum!” senyum Jinki yang tadinya cerah berubah drastis menjadi masam. Shin Ae mempercepat langkahnya menuju ke kelas, sedangkan Jinki masih berusaha mengejar Shin Ae sambil lagi-lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

——————————————– Continue reading ‘It’s You (chap 2)’

16
Dec
09

My 3rd FF : It’s You

Annyeong Chinguuu XDD
Dku kembali lagi nieh bqin FF again..n again..n again….
N Again2 lagii~ tkoh pendamping yg bkal mendampingi tkoh utama na adalah KEY si akang Kunci.
Miann yaa,, dku bqin lagi,, pdhl 2 FF sblum na ajha blum selesai
*d bantai reader* XP
Hahaha,,
Tpi maklumlah,, ide saia lagi mengucur dengan deras na n gak bsa d bendung,, jdi na gak tahan bqt bqin FF bru lagi. Cma tenang ajha,, FF sbelum na bkal eke lanjutin koq,, tpi gak skrg,, cz lagi gak ad ide bwt ngelanjutinn~
Okeehhh~,, selanjutnya silahkan baca ajha yaaa~
Seperti byasa nieh,, kritikk, komenn, cacian makian, di persilahkan~
Hope u like my new FF ^^

Cast:
Aisha as Kim Shin Ae
(Key) Kim Ki Bum SHINee belong SME
Lee Jin Ki SHINee belong SME
Sena as Choi Se Na

Terlihat dari kejauhan, seorang cowok setengah baya tengah mengendarai sebuah motor sport yang melaju dengan kecepatan kurang lebih 200 km/jam. Cewek yang berada di belakangnya yang tak lain adalah kekasih cowok itu nampak kesal dan mengomel-ngomel selama perjalanan.

“Key! apa kau sudah gila mengendarai motor secepat ini?! jangan ngebut2, aq takut Key! jebal~”

“Kau ini penakut sekali sih, aq sudah biasa seperti ini, kalau aq mengendarainya perlahan tidak akan seru. Diam dan nikmatilah~ ara?”

“Tapi………Ya!!! Keyyyy!!!!!! Awassss di depan mu!!!!!” Key terbelalak kaget melihat sebuah truk melaju dari arah yang berlawanan, supirnya terlihat mengantuk hingga dy mengendarai truknya keluar jalur. Key berusaha mengalihkan motornya ke arah lain, tidak di sangka2, di jalur sebelahnya ada mobil yang juga melaju sangat kencang sampai pada akhirnya tabrakan terjadi. Mobil itu membentur bagian depan motor key dengan sangat keras, Key dan Shin Ae terlempar sedangkan motor mereka terseret sejauh 5 meter. Truk dan mobil tadi mengerem bersamaan, sedangkan mobil-mobil lain yang berada di belakangnya juga ikut rem mendadak dan kecelakaan beruntun tidak dapat dihindari.
Suasana hening seketika. Shin Ae yang tadi terlempar dan sekarang berada dalam posisi telungkup, masih memiliki sedikit kesadaran. Dy mengadahkan wajahnya, melihat sosok di depanya sudah terkapar penuh darah, dengan helm di sisinya. Shin Ae berusaha berdiri untuk menghampiri sosok itu, tetapi badannya susah dibangkitkan.

“Keyy~…….., Key~………., Key~……..,” Shin Ae berkali-kali menyebutkan nama itu dengan nada suara lemah. Tangannya berusaha menggapai sosok tadi, namun tidak sampai dan kembali tergeletak lemas di aspal. Shin Ae sudah tidak kuat, dy merasa dirinya sebentar lagi akan mati. Samar-samar terdengar sirene ambulan dan mobil patroli memecah keheningan di malam maut itu. Beberapa saat kemudian Shin Ae dapat merasakan tubuhnya di angkut oleh beberapa petugas. Lalu, hilanglah kesadarannya.

——***——- Continue reading ‘My 3rd FF : It’s You’




August 2017
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Annyeong Haseo

Chafani imnida yorobeun, annyeong haseo~
you can call me Cha to make it short :)
I'm just a childish person with a simple mind, simple style, simple life and cute personality *don't puke at me please* lol

Thank you for visit my blog
comment more often and make a good relationship with me, yeah, i mean, to be a friend with me, Ok? ;D

Sorry for my poor english, i hope it will not make you confuse

Welcome to my blog, welcome to my world, feel free and enjoy... :)

About Me :)

Chafani
XX Y.O
I'm a Moeslim forever

- Korean addict
- Korean addict
- Korean addict
- Artlicious
- Fashionholic *yeah.. even though i'm not a fashionble one* ;D
- Love daydreaming about many beautiful thing in this world
- A selfish person is my bad side =,=
- The one that love (Tea, Coffee, Cappucino, Milk, Moccha, Chocolate) very much <3

Stalker ::

Yahoo! Messenger ^^